Jumat, 02 Mei 2014

CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR


Cara merawat laptop memang sangat penting untuk diketahui. Laptop memang merupakan salah satu mahakarya kecanggihan teknologi yang begitu berguna bagi umat manusia. Begitu banyak orang yang tertarik untuk memiliki laptop. Meskipun harganya lumayan, namun tetap saja dibeli karena memang akan sangat membantu untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti untuk memenuhi kebutuhan mengetik, menghitung, mengedit gambar atau foto dan berbagai pekerjaan lainnya yang menyangkut dengan teknologi. Bagaimanapun juga laptop memang memerlukan sebuah perawatan.

Banyak orang yang kurang peduli terhadap kondisi laptopnya. Mereka hanya tahu menggunakannya saja tanpa pernah mau memikirkan bagaimana caranya agar laptop mereka bisa tetap awet. Pada saat pemakaian pun masih banyak yang cenderung asal pakai. Padahal ternyata ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan baik itu pada saat dipakai maupun pada saat laptop sedang tidak dipakai.


Merawat laptop tidaklah serumit yang anda bayangkan. Meskipun mungkin anda tidak memiliki backgroun mengenai teknologi, yakinlah anda pun bisa merawat laptop anda dengan sebaik mungkin. Sebenarnya hanyalah hal-hal simpel saja yang perlu anda lakukan dalam merawat laptop kesayangan anda. Bayangkan saja, anda sudah membelinya dengan harga mahal, jika sampai rusak siapa yang akan rugi? tentu anda sendiri bukan?

Inilah beberapa cara merawat laptop yang benar :
1. Buang saja software yang tidak berguna
Dalam sebuah sistem operasi, penginstalan program atau software memang diperlukan untuk menjalankan suatu aktifitas tertentu. Banyak sekali berbagai macam jenis software yang ada pada saat ini. Sebaiknya anda jangan tergoda untuk menginstal begitu banyak program yang sebenarnya tidak anda butuhkan. Jadi, lebih baik anda buang / uninstall saja program yang tidak pernah digunakan atau sangat jarang anda gunakan.

2. Jangan sampai laptop anda terkena tumpahan benda cair
Sebuah alat elektronik, apapun itu biasanya akan mengalami kerusakan ketika terkena benda cair. Benda cair sangat beragam. Misalnya saja laptop anda terkena tumpahan air mineral. Jika hal ini sampai terjadi, maka laptop anda akan mengalami kerusakan. Jadi, hindari menaruh benda cair disekitar laptop anda yang berpotensi bisa tumpah dan mengenai laptop anda.

3. Kipas pendingin tambahan atau sering disebut cooling pad
Mungkin anda pernah mendengar istilah cooling pad bukan? bagi para pengguna laptop, mungkin sudah seharusnya anda harus tahu dan lebih baik anda harus punya yang namanya cooling pad. Cooling pad adalah sebuah alat atau kipas pendingin yang digunakan untuk mendinginkan suhu laptop anda. Biasanya laptop diletakkan diatas cooling pad ini ketika dipakai. Meskipun didalam laptop sudah ada sistem pendinginannya secara default, namun adanya cooling pad ini jangan anda sepelekan. Jika sampai komponen-komponen dalam laptop anda kepanasan akibat suhu yang terlampau panas, maka bisa jadi laptop anda akan mengalami kerusakan. Apalagi jika suhu diruangan sedang panas, maka cooling pad ini sangat berguna untuk mengatur sirkulasi udara dalam laptop dan mendinginkan komponen dala laptop anda. Dengan begitu, laptop anda akan terhindar dari kepanasan dan kerusakan.

4. Menaruh beban diatas laptop
Mungkin masih ada yang sering melakukan hal ini. Meletekkan sebuah benda diatas laptop. Apalagi jika benda tersebut berat, hati-hatilah, karena jika sampai hal ini terjadi pada laptop anda, maka akan berpotensi merusak laptop anda.

Biasanya ketika laptop sedang tidak dipakai dan dalam kondisi tertutup, orang secara tidak sengaja atau tidak sengaja seringkali meletakkan benda diatas laptop miliknya. Meletakkan tumpukan buku misalnya. Padahal, hal ini akan dapat merusak LCD laptop anda. LCD laptop anda akan bisa mati total karena hal ini. Jadi, usahakanlah jangan menaruh benda diatas laptop anda jika anda ingin laptop anda benar-benar awet.

5. Kasur
Ada apa dengan kasur? mungkin anda seringkali melihat orang yang dengan asyiknya bermain dengan laptopnya sambil santai diatas kasur mereka. Padahal, hal ini akan sangat membahayakan laptop anda. Bukan hanya kasur, tetapi semua benda yang lembut bisa berpotensi membahayakan laptop anda.

Alasannya cukup logis, ketika laptop dalam keadaan menyala dan diletakkan diatas kasur yang empuk, maka hawa panas yang terus dikeluarkan dari laptop pada saat dipakai akan terserap oleh kasur yang ada dibawahnya. Karena apa? karena kasur memang bersifat menyerap bukan membuang hawa panas dari laptop anda. Padahal, laptop anda sangat membutuhkan sirkulasi udara yang bagus ketika sedang menyala untuk membuang hawa panas. Jadi intinya, jangan sampai anda membiasakan diri menggunakan laptop diatas kasur ataupun bahan-bahan lain yang sejenisnya jika anda ingin laptop anda awet.

6. Menaruh handphone didekat laptop?
Idealnya, menaruh semua barang yang mengandung getaran elektromagnetik semacam handphone didekat laptop sangat tidak disarankan. Selain handphone ini diantaranya, mesin, pengeras suar, loudspeaker dan berbagai macam alat yang menimbulkan getaran yang lainnya. Jangan sampai ditaruh didekat laptop jika anda ingin laptop anda awet.

7. Anda meletakkan laptop di permukaan yang miring pada saat memakai laptop?
Salah satu kemungkinan yang bisa saja terjadi pada laptop anda, yaitu menaruh laptop pada saat menyala diatas permukaan yang "tidak datar" alias miring. Jika sampai hal ini terjadi, maka laptop anda akan berpotensi mengalami kerusakan.

Pada saat laptop anda menyala, maka piringan hardisk akan terus berputar. Jadi, pada saat anda membuka berbagai data atau aplikasi, piringan hardisk ini akan berputar. Nah, ketika anda menaruh laptop anda pada permukaan yang tidak datar, maka akan terjadi kemungkinan head menggores piringan hardisk laptop anda. Apa akibatnya jika sampai hal ini terjadi? akibatnya adalah akan terjadi bad sector pada hardisk laptop anda. Bahkan tidak menutup kemungkinan hardisk anda akan mengalami kerusakan total. Anda mau hardisk anda rusak? jika anda tidak menginginkannya, maka letakkan laptop anda pada permukaan yang datar pada saat laptop anda sedang menyala.

8. Memindahkan laptop pada saat sedang menyala?
Apakah anda pernah memindah-mindahkan laptop anda ketika kondisi laptop anda sedang menyala? jika anda ingin laptop anda terhindar dari kerusakan, maka sangat disarankan untuk "TIDAK" melakukan hal ini. Hampir sama dengan meletakkan laptop pada permukaan yang tidak datar diatas, piringan hardisk laptop anda bisa tergores oleh head nya ketika anda memindah laptop anda pada saat sedang menyala. Jika ingin mengangkat atau memindahkan laptop, sebaiknya anda matikan dahulu laptop anda, agar senantiasa aman dari kerusakan.

9. Membersihkan debu yang menempel pada laptop
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa pentingnya kebersihan dalam hidup kita. Begitu juga dengan laptop anda, jika anda ingin laptop anda awet, maka salah satu cara yang dapat anda lakukan adalah senantiasa memperhatikan kebersihan laptop. 

Salah satu bagian yang patut anda perhatikan adalah pada bagian saluran pembuangan udara pada laptop anda. Karena apa, jika sampai debu tebal menyumbat saluran pembuangan udara ini, maka sirkulasi udara pembuangan panas pada laptop anda akan tertutup. Jika hal ini sampai terjadi, maka laptop anda bisa mengalami panas yang berlebihan. Jika anda ingin terhindar dari hal ini, maka anda harus rajin dan rutin dalam membersihkan debu yang menempel pada laptop anda. Bersihkan laptop anda secara menyeluruh pada semua bagian. Selain awet, laptop yang bersih juga akan sedap dipandang dan menggambarkan kepribadian anda yang bersih.

10. Jangan melepas baterai laptop anda
Perkembangan laptop sudah sedemikian pesatnya. Jadi, ketika anda memakai laptop sambil dicharge pun tidak akan ada masalah. Karena laptop keluaran sekarang sudah canggih. Mungkin ada yang beranggapan bahwa ketika laptop dicharge sambil dipakai, maka bisa mengakibatkan baterai mengalami pengembungan / mengembung. Jika laptop anda adalah laptop jadul yang diproduksi pada tahun 2005 kebawah, hal ini mungkin saja benar adanya. Tetapi laptop yang diproduksi diatas tahun 2005 sudah berbeda dan tidak masalah jika dicharge sambil dipakai.

Mungkin ada yang sering melepas baterai laptop ketika memakai listrik. Padahal hal ini justru sangat membahayakan laptop anda. Bayangkan saja, ketika laptop anda dipakai dalam kondisi lepas baterai dan memakai daya listrik / DC, dan tiba-tiba saja terjadi mati lampu, maka laptop anda pun akan mati secara tiba-tiba. Jika hal ini sampai terjadi, maka komponen-komponen dalam laptop anda akan terkena akibat buruk dari hal ini.

Sangat disarankan tetap memasang baterai walaupun sedang dipakai menggunakan daya listrik / DC. Hal ini penting untuk anda ketahui dan anda perhatikan, karena jika sewaktu-waktu terjadi mati lampu, maka baterai anda akan dapat berguna untuk menahan daya dan menggantikan daya listrik yang mati tersebut, sehingga laptop anda tetap aman menyala. 

11. Menginstall antivirus
Mungkin hal ini sedikit berseberangan dengan kondisi fisik laptop anda dan lebih cenderung kepada keamanan sistem operasi yang terinstall di laptop anda. Antivirus memang sangat penting untuk menjaga keamanan dari kemungkinan terserangnya sistem operasi pada laptop anda oleh virus. Nah, salah satu antivirus yang berbasis lokal indonesia adalah smadav. Antivirus ini sangatlah ringan namun sangat ampuh dan recommended. Sudah banyak yang menggunakannya. Untuk lebih amannya anda juga bisa memadukannya dengan antivirus internasional agar benar-benar aman dari serangan virus. Mungkin anda bisa membaca ini, smadav ringan tapi ampuh basmi virus.

Kamis, 01 Mei 2014

Etika politik


Etika politik adalah filasafat moral tentang dimensi pilitis manusia, fungsi etika politik adalah dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab, jadi tidak berdasarkan emosi, prasangka, dan apriori, melainkan secara rasional, obyektif dan argumentatif. Dalam rangka dimensi-dimensi kesosialan manusia itu dimensi politis manusia mencakup untuk lingkaran kelembagaan hukum dan Negara dan sistem-sistem nilai dan idelogi-ideologi yang memberikan legitimasi kepadanya. Sebuah keputusan bersifat politis apabila diambil dengan memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. suatu tindakan disebut politis apabila menyangkut masyarakat secara keseluruhan. Politisi adalah orang yang mempunyai profesi yang mengenai masyarakat secara keseluruhan.seorang bukan politis pun ,engambil suatu sikap politik apabila ia dalam sikap itu mengacu pada masyarakat sebagai keseluruhan. Dengan demikian dimensi politis manusia dapat ditentukan sebagai dimensi di mana manusia menyadari diri sebagai anggota masyarakat sebagai keseluruhan yang menentukan kerangka kehidupannya dan ditentukan kembali oleh tindakan-tindakannya.
Inti permasalahan etika politik adalah masalah legitmsi etis kekuasaan yang dapat dirumuskan dalam pertanyaan: denga hak moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan mempergunakan kekuasaan yang mereka miliki, betapapun kekuasaa seseorang, ia selalu dapat dihadapkan pada tuntutan untuk mempertanggungjawabkannya.
Bila kita mendengar kata "politik'',maka yang ada dalam benak kita adalah partai-partai politik atau suatu cara yang ditempuh seseorang dalam pencapaian tujuannya.orang sering menyamakan politik dengan kekuasaan, menghalalkan segala cara dengan mengesampingkan pedoman-pedoman hidup demi tercapainya suatu tujuan. Hoogerwerf (1979:45)"siapa memperoleh apa, bilamana, dengan cara apa". begitulah kira-kira gambaran buruk tentang politik. Nilai negative pada politik membuat kita bertanya apa eksistensi politik itu. seluruh rakyat Indonesia akan megadakan pemilihan umum untuk memilih seorang calon presiden, pemilu sekarang ini berbeda dengan pemilu sebelumnya karena rakyat sendiri yang akan menentukan pilihan siapa calon presidennya. Dalam masa kampanye para kandidat presiden mengeluarkan buah pikiran untuk menata masyarakat Indonesia pada masa akan datang yaitu berupa visi dan misi yang akan dijalankan.dari semua visi dan misi yang ditawarkan masing-masing kandidat presiden menurut saya tidak ada yang jelek, namun yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana visi dan misi tersebuit bisa dijalankan sesuai harapan dan cita-cita bangsa Indonesia.
Menurut kusumaatmadja (2004:Online)Seorang politisi yang hanya sekedar cerdas dan berpengetahuan bisa memunculkan visi, namun visi itu tidak menyentuh hati nurani orang banyak karena sang politisi yang pandai tersebut tidak memancarkan nilai-nilaiyang menjadikannya layak dipercaya. visi adalah sekunder dan yang primer adalah moralitas politik.
Problem besar yang telah menyeret negeri ini ke dalam situasi krisis yang paling berkepanjangan adalah hilangnya penghargaan terhadap nilai (value). Nilai-nilai seperti kesederhanaan, kejujuran, ketekunan, kerja keras, serta berbagai nilai positif lainnya semakin tidak dihargai dalam kehidupan masyarakat kita saat ini, malah dicemoohkan.
Budaya instan yang semakin kuat berkembang telah meminggirkan penghargaan terhadap berbagai nilai tersebut. Maraknya korupsi dan politik uang, kasus caleg yang berijazah palsu serta berbagai kasus lainnya, semakin mempertegas betapa saat ini tujuan menghalalkan cara. Demi mempertahankan dan atau meraih kedudukan dan kekuasaan, segala cara dilakukan termasuk menggunakan kekerasan. Membayar menjadi celeg dengan nomor urut jadi sudah menjadi hal yang umum dan wajar, karena jabatan dan kekuasaan dipandang sebagai kendaraan yang efektif untuk secara instant menjadi kaya, ini sekaligus juga meningkatkan status sosial untuk mendapatkan penghargaan dan penghormatan, ungkapan bahwa "politik kotor" menjadi pembenaran terhadapa perilaku politik yang menerabas nilai-nilai dasar yang seharusnya menjadi pegangan bersama hilangnya penghargaan terhadap nilai memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kekacauan yang terjadi selama ini dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta menjadi penghambat bagi berkembangnya kehidupan demokrasi yang sehat. hal ini merupakan upaya awal untuk mengkonsolodasi kembali penghargaan terhadap nilai (value) agar menjadi landasan utama guna menyehatkan kehidupan perpolitikan di tanah air.
Kalau publik sudah yakin bahwa seseorang mempunyai integritas, maka dia menjadi orang yang dapat dipercaya dan dengan demikian dapat melakukan tugas politknya dengan modal sosial yang mendasar yang namanya kepercayaan (trust). Pihak yang berpendapat beda, bahkan yang ideologinya beda pun dapat mempercayainya, sehingga perdebatan yang terjadi akan selalu membawa konvergensi. Kalau interaksi politik dilakukan dalam iklim saling mempercayai, maka aka timbul modal sosial yang kedua yaitu harapan (hope).
Cobalah kita renungkan apa yang terjadi di Indonesia yang kita cintai ini. Kalau bisa disimpulkan secara sederhana yang terjadi adalah krisis kepercayaan yang kemudiaan menciptakan hilangnya harapan akan masa depan. Hilangnya kedua modal sosial tadi, yaitu kepercayaan dan harapan, menyebabkan kita tidak kunjung bisa mencari solusi berbagai problem besar bangsa ini seperti korupsi, kolusi, nepotism, kekerasan, ketidakbecusan dan gejala rasa mati. oleh karena itu politik berbasis nilai mempunyai fungsi yang penting dalam memulihkan krisis yang melanda bangsa. Nilai-nilai yang baik jika dipraktekkan oleh seseorang yang punya integritas, akan menciptakan dua modal sosial yang amat berharga yaitu kepercayaa dan harapan. Jika pemimpn konsisten mengembangkan kepercayaan dan harapan maka solusi pun muncul seperti sinar ditengah kegelapan. Ketika itu visi menjadi penting, karena visi itu hanya berguna dalam suasana pencerahan. Oleh karena itu visi hanya berguna sebagai konsekuensi dari nilai


Etika dalam keluarga


Setiap keluarga tentu saja mempunyai etika – etika dalam berplilaku baik ketika makan , pergi, ataupun tidur. Etika dalam keluarga saya ada banyak seperti :
a.       Ketika kita berbica kepada orang yang lebih tua , tidak boleh suaranya melebihi yang lebih tua.
b.      Ketika berjalan di depan orang yang lebih tua diharuskan menunduk.
c.       Ketika kita berprilaku harus menjaga sopan santun
d.      Sejak sd ketika Semester sudah selesai, dan mendapatkan hasil dari semesternya, maka diwajibkan untuk memberitahukan kepada orang tua. Hingga masuk kuliah.
e.      Wajib bangun subuh, dan laki laki dibiasakan untuk solat subuh dimasjid
f.        Ketika makan kaki tidak boleh diatas kursi, karena kurang sopan.
g.       Dan makan juga tidak boleh bunyi ceplak- ceplak ketika sedang mengunyah.
h.      Ketika lebaran selalu ada tradisi maaf- maaf, dimana anak-anak ya jalan untuk meminta maaf, atau istilah kata sungkeman.
i.         Setiap masuk rumah harus memberikan salam.
j.        Setiap berpergian harus memberikan penjelasan, kemana akan pergi dan sampai kapan.

Rabu, 02 April 2014

PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN MENURUT ISLAM

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan dua elemen yang saling berkaitan. Artinya, kepemimpinan (style of the leader) merupakan cerminan dari karakter/perilaku pemimpinnya (leader behavior). Perpaduan atau sintesis antara “leader behavior dengan leader style” merupakan kunci keberhasilan pengelolaan organisasi; atau dalam skala yang lebih luas adalah pengelolaan daerah atau wilayah, dan bahkan Negara. Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapatnya tentang kepemimpinan. Dalam hal ini dikemukakan George R. Terry (2006 : 495), sebagai berikut: “Kepemimpinan adalah kegiatan-kegiatan untuk mempengaruhi orang orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok secara sukarela.”
Dari defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kepemimpinan ada keterkaitan antara pemimpin dengan berbagai kegiatan yang dihasilkan oleh pemimpin tersebut. Pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dan dapat mengarahkannya sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang pemimpin, maka ia harus mempunyai kemampuan untuk mengatur lingkungan kepemimpinannya.
Kepemimpinan menurut Halpin Winer yang dikutip oleh Dadi Permadi (2000 : 35) bahwa :“Kepemimpinan yang menekankan dua dimensi perilaku pimpinan apa yang dia istilahkan “initiating structure” (memprakarsai struktur) dan “consideration” (pertimbangan). Memprakarsai struktur adalah perilaku pemimpin dalam menentukan hubungan kerja dengan bawahannya dan juga usahanya dalam membentuk pola-pola organisasi, saluran komunikasi dan prosedur kerja yang jelas. Sedangkan pertimbangan adalah perilaku pemimpin dalam menunjukkan persahabatan dan respek dalam hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya dalam suatu kerja.” Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan:
bahwa kepemimpinan adalah “proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.”
Dari defenisi kepemimpinan itu dapat disimpulkan bahwa proses kepemimpinan adalah fungsi pemimpin, pengikut dan variabel situasional lainnya. Perlu diperhatikan bahwa defenisi tersebut tidak menyebutkan
suatu jenis organisasi tertentu. Dalam situasi apa pun dimana seseorang berusaha mempengaruhi perilaku orang lain atau kelompok, maka sedang berlangsung kepemimpinan dari waktu ke waktu, apakah aktivitasnya dipusatkan dalam dunia usaha, pendidikan, rumah sakit, organisasi politik atau keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara.
Sedangkan George R Terry (2006 : 124), mengemukakan 8 (delapan) ciri mengenai kepemimpinan dari pemimpin yaitu :
(1) Energik, mempunyai kekuatan mental dan fisik;
(2) Stabilitas emosi, tidak boleh mempunyai prasangka jelek terhadap bawahannya, tidak cepat marah dan harus mempunyai kepercayaan diri yang cukup besar;
(3) Mempunyai pengetahuan tentang hubungan antara manusia;
(4) Motivasi pribadi, harus mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin dan dapat memotivasi diri sendiri;
(5) Kemampuan berkomunikasi, atau kecakapan dalam berkomunikasi dan atau bernegosiasi;
(6) Kemamapuan atau kecakapan dalam mengajar, menjelaskan, dan mengembangkan bawahan;
(7) Kemampuan sosial atau keahlian rasa sosial, agar dapat menjamin kepercayaan dan kesetiaan bawahannya, suka menolong, senang jika bawahannya maju, peramah, dan luwes dalam bergaul;
(8) Kemampuan teknik, atau kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasikan wewenang, mangambil keputusan dan mampu menyusun konsep.
Kemudian, kepemimpinan yang berhasil di abad globalisasi menurut Dave Ulrich adalah: “Merupakan perkalian antara kredibilitas dan kapabilitas.” Kredibilitas adalah ciri-ciri yang ada pada seorang pemimpin seperti kompetensi-kompetensi, sifatsifat, nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang bisa dipercaya baik oleh bawahan maupun oleh lingkungannya.
Sedangkan kapabilitas adalah kamampuan pemimpin dalam menata visi, misi, dan strategi serta dalam mengembangkan sumber-sumber daya manusia untuk kepentingan memajukan organisasi dan atau wilayah
kepemimpinannya.” Kredibilitas pribadi yang ditampilkan pemimpin yang menunjukkan kompetensi seperti mempunyai kekuatan keahlian (expert power) disamping adanya sifat-sifat, nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang positif (moral character) bila dikalikan dengan kemampuan pemimpin dalam menata visi, misi, dan strategi organisasi/ wilayah yang jelas akan merupakan suatu kekuatan dalam menjalankan roda organisasi/wilayah dalam rangka mencapai tujuannya.
Kepemimpinan Dalam Islam
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum Ilahi. Setelah para imam atau khalifah tiada, kepemimpinan harus dipegang oleh para faqih yang memenuhi syarat-syarat syariat. Bila tak seorang pun faqih yang memenuhi syarat, harus dibentuk ‘majelis fukaha’.”
Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suritauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.
al-Ahzab [33]: 21).
Sebenarnya, setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik dirinya. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :
“Ingatlah! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban
tentang kepemimpinannya,” (Al-Hadits).
Kemudian, dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF):
(1) Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
(2) Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
(3) Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
(4) Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.
Selain itu, juga dikenal ciri pemimpin Islam dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut.” Oleh sebab itu, pemimpin hendaklah ia melayani dan bukan dilayani, serta menolong orang lain untuk maju.
Dr. Hisham Yahya Altalib (1991 : 55), mengatakan ada beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam yaitu :
Pertama, Setia kepada Allah. Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat dengan kesetiaan kepada Allah;
Kedua, Tujuan Islam secara menyeluruh. Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup kepentingan Islam yang lebih luas;
Ketiga, Berpegang pada syariat dan akhlak Islam. Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang teguh pada perintah syariah.
Dalam mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam, khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tak sepaham;
Keempat, Pengemban amanat. Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah Swt., yang disertai oleh tanggung jawab yang besar. Al-Quran memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap yang baik kepada pengikut atau bawahannya.
Dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. al-Hajj [22]:41).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya prinsip-prinsip
dasar dalam kepemimpinan Islam yakni : Musyawarah; Keadilan; dan Kebebasan berfikir.
Secara ringkas penulis ingin mengemukakan bahwasanya pemimpin Islam bukanlah kepemimpinan tirani dan tanpa koordinasi. Tetapi ia mendasari dirinya dengan prinsip-prinsip Islam. Bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya secara obyektif dan dengan penuh rasa hormat, membuat keputusan seadil-adilnya, dan berjuang menciptakan kebebasan berfikir, pertukaran gagasan yang sehat dan bebas, saling kritik dan saling menasihati satu sama lain sedemikian rupa, sehingga para pengikut atau bawahan merasa senang mendiskusikan persoalan yang menjadi kepentingan dan tujuan bersama. Pemimpin Islam bertanggung jawab bukan hanya kepada pengikut atau bawahannya semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah tanggung jawabnya kepada Allah Swt. selaku pengemban amanah kepemimpinan. Kemudian perlu dipahami bahwa seorang muslim diminta memberikan nasihat bila diperlukan, sebagaimana Hadits Nabi dari :Tamim bin Aws
meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Agama adalah nasihat.” Kami berkata: “Kepada siapa?”
Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Pemimpin umat Islam dan kepada masyarakat kamu.”
Nah, kepada para pemimpin, mulai dari skala yang lebih kecil, sampai pada tingkat mondial, penulis hanya ingin mengingatkan, semoga tulisan ini bisa dipahami, dijadikan nasihat dan sekaligus dapat dilaksanakan dengan baik. Insya Allah. Amiin !
Itu saja. Dan terima kasih.

Kepemimpinan Transformasional

Kepemiminan merupakan proses dimana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang kepala sekolah harus dapat mempengaruhi seluruh warga sekolah yang dipimpinnya melalui cara-cara yang positif untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Secara sederhana kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai proses untuk mengubah dan mentransformasikan individu agar mau berubah dan meningkatkan dirinya, yang didalamnya melibatkan motif dan pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan.
Terdapat empat faktor untuk menuju kepemimpinan tranformasional, yang dikenal sebutan 4 I, yaitu : idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individual consideration.
Idealized influence: kepala sekolah merupakan sosok ideal yang dapat dijadikan sebagai panutan bagi guru dan karyawannya, dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan sekolah.
Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan karyawannnya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan guru dan stafnya dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk menjadikan sekolah ke arah yang lebih baik.
Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih dan penasihat bagi guru dan stafnya.
Berdasarkan hasil kajian literatur yang dilakukan, Northouse (2001) menyimpulkan bahwa seseorang yang dapat menampilkan kepemimpinan transformasional ternyata dapat lebih menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang efektif dengan hasil kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, merupakan hal yang amat menguntungkan jika para kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan transformasional di sekolahnya.
Karena kepemimpinan transformasional merupakan sebuah rentang yang luas tentang aspek-aspek kepemimpinan, maka untuk bisa menjadi seorang pemimpin transformasional yang efektif membutuhkan suatu proses dan memerlukan usaha sadar dan sunggug-sungguh dari yang bersangkutan. Northouse (2001) memberikan beberapa tips untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, yakni sebagai berikut:
Berdayakan seluruh bawahan untuk melakukan hal yang terbaik untuk organisasi
Berusaha menjadi pemimpin yang bisa diteladani yang didasari nilai yang tinggi
Dengarkan semua pemikiran bawahan untuk mengembangkan semangat kerja sama
Ciptakan visi yang dapat diyakini oleh semua orang dalam organisasi
Bertindak sebagai agen perubahan dalam organisasi dengan memberikan contoh bagaimana menggagas dan melaksanakan suatu perubahan
Menolong organisasi dengan cara menolong orang lain untuk berkontribusi terhadap organisasi
Model kepemimpinan transformasional merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan. Burns (1978) merupakan salah satu penggagas yang secara eksplisit mendefinisikan kepemimpinan transformasional. Menurutnya, untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang model kepemimpinan transformasional, model ini perlu dipertentangkan dengan model kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transaksional didasarkan pada otoritas birokrasi dan legitimasi di dalam organisasi. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Disamping itu, pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. Untuk memotivasi agar bawahan melakukan tanggungjawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada sistem pemberian penghargaan dan hukuman kepada bawahannya. Sebaliknya, Burns menyatakan bahwa model kepemimpinan transformasional pada hakekatnya menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggungjawab mereka lebih dari yang mereka harapkan.
Pemimpin transformasional harus mampu mendefinisikan, mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi, dan bawahan harus menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya.Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa “the dynamic of transformational leadership involve strong personal identification with the leader, joining in a shared vision of the future, or goingbeyond the self-interest exchange of rewards for compliance”. Dengan demikian, pemimpin transformasional merupakan pemimpin yang karismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harusmempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Menurut Yammarino dan Bass (1990), pemimpin transformasional harus mampu membujuk para bawahannya melakukan tugas-tugas mereka melebihi kepentingan mereka sendiri demi kepentingan organisasi yang lebih besar. Yammarino dan Bass (1990) juga menyatakan bahwa pemimpin transformasional mengartikulasikan visi masa depan organisasi yang realistik, menstimulasi bawahan dengan cara yang intelektual, dan menaruh parhatian pada perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh bawahannya. Dengan demikian, seperti yang diungkapkan oleh Tichy and Devanna (1990), keberadaan para pemimpin transformasional mempunyai efek transformasi baik pada tingkat organisasi maupun pada tingkat individu. Dalam buku mereka yang berjudul “Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership”, Bass dan Avolio (1994) mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai empat dimensi yang disebutnya sebagai “the Four I’s”.
Dimensi yang pertama disebutnya sebagai idealized influence (pengaruh ideal). Dimensi yang pertama ini digambarkan sebagai perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati dan sekaligus mempercayainya. Dimensi yang kedua disebut sebagai inspirational motivation (motivasi inspirasi). Dalam dimensi ini, pemimpin transformasional digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan, mendemonstrasikan komitmennya terhadap seluruh tujuan organisasi, dan mampu menggugah spirit tim dalam organisasi melalui penumbuhan entusiasme dan optimisme. Dimensi yang ketiga disebut sebagai intellectual stimulation (stimulasi intelektual). Pemimpin transformasional harus mampu menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan, dan memberikan motivasi kepada bawahan untuk mencari pendekatan-pendekatan yang baru dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. Dimensi yang terakhir disebut sebagai individualized consideration (konsiderasi individu). Dalam dimensi ini, pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir. Walaupun penelitian mengenai model transformasional ini termasuk relatif baru, beberapa hasil penelitian mendukung validitas keempat dimensi yang dipaparkan oleh Bass dan Avilio di atas. Banyak peneliti dan praktisi manajemen yang sepakat bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin (Sarros dan Butchatsky 1996).
Konsep kepemimpinan transformasional ini mengintegrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan-pendekatan watak (trait), gaya (style) dan kontingensi, dan juga konsep kepemimpinan transformasional menggabungkan dan menyempurnakan konsep-konsep terdahulu yang dikembangkan oleh ahli-ahli sosiologi (seperti misalnya Weber 1947) dan ahli-ahli politik (seperti misalnya Burns 1978). Beberapa ahli manajemen menjelaskan konsep-konsep kepimimpinan yang mirip dengan kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan yang karismatik, inspirasional dan yang mempunyai visi (visionary). Meskipun terminologi yang digunakan berbeda, namun fenomenafenomana kepemimpinan yang digambarkan dalam konsep-konsep tersebut lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Bryman (1992) menyebut kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan baru (the new leadership), sedangkan Sarros dan Butchatsky (1996) menyebutnya sebagai pemimpin penerobos (breakthrough leadership). Disebut sebagai penerobos karena pemimpim semacam ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan-perubahan yang sangat besar terhadap individu-individu maupun organisasi dengan jalan: memperbaiki kembali (reinvent) karakter diri individu-individu dalam organisasi ataupun perbaikan organisasi, memulai proses penciptaan inovasi, meninjau kembali struktur, proses dan nilai-nilai organisasi agar lebih baik dan lebih relevan, dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat, dan mencoba untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan. Pemimpin penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkannya. Pemimpin penerobos mempunyai pemikiran yang metanoiac, dan dengan bekal pemikiran ini sang pemimpin mampu menciptakan pergesaran paradigma untuk mengembangkan praktekpraktekorganisasi yang sekarang dengan yang lebih baru dan lebih relevan. Metanoia berasaldari kata Yunani meta yang berarti perubahan, dan nous/noos yang berarti pikiran. Dengan perkembangan globalisasi ekonomi yang makin nyata, kondisi di berbagai pasar dunia makin ditandai dengan kompetisi yang sangat tinggi (hyper-competition). Tiap keunggulan daya saing perusahaan yang terlibat dalam permainan global (global game) menjadi bersifat sementara (transitory). Oleh karena itu, perusahaan sebagai pemain dalam permainan global harus terus menerus mentransformasi seluruh aspek manajemen internal perusahaan agar selalu relevan dengan kondisi persaingan baru. Pemimpin transformasional dianggap sebagai model pemimpin yang tepat dan yang mampu untuk terus-menerus meningkatkan efisiensi, produktifitas, dan inovasi usaha guna meningkatkan daya saing dalam dunia yang lebih bersaing.

Kepemimpinan


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Bentuk-bentuk pemerintahan


Menurut Aristoteles.
Aristoteles membagi bentuk pemerintahan sebuah negara berdasarkan jumlah pemegang kekuasaan dan kualitas pemegang kekuasaan. Aristoteles adalah seorang filsuf yunani yang pemikirannya sangat berpengaruh. Sebelum menjadi salah satu filsuf terkenal, Aristoteles menimba ilmu kepada Plato. Gagasan-gagasan lain Aristoteles antara lain metafisika, Ilmu Kedokteran, Ilmu alan, karya seni. Aristoteles juga mengemukakan bentuk-bentuk pemerintahan,  Bentuk-bentuk pemerintahan menurut Aristoteles adalah:

1. Monarki - adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja atau kaisar
2. Tirani - Ini adalah bentuk pemerintahan oleh seorang raja yang bertindak sewenang-wenang untuk kepentingan sendiri. Bis dikatakan tirani adalah bentuk kemerosotan dari pemerintahan monarki
3. Aristokrasi - Adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh beberapa orang yang memiliki tingkat kepandaian tinggi untuk membuat rakyatnya lebih sejahtera.
4.Oligarki - merupakan bentuk pemerintahan yang dipimpin beberapa orang namun mereka hanya memikirkan kepentingan golongan saja.
5.Plutokrasi - inilah bentuk kemunduran dari aristokrasi. Plutokrasi(dipimpin oleh kelompok bengsawan) dan oligarki merupakan bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh golongan untuk kepentingan golongan tersebut saja.
6.Polity - adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh orang banyak untuk kepentingan rakyat.
7. Demokrasi - merupakan bentuk pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi dipimpin oleh rakyat. Menurut Aristoteles ini adalah bentuk kemunduran Polity.

Ada lima jenis bentuk pemerintahan menurut Plato. Kelima bentuk pemerintahan ini adalah sesuai dengan sifat manusia. Plato memiliki pendapat berbeda dengan bentuk pemerintahan dari aristoteles.

Berikut adalah bentuk pemerintahan menurut Plato.

1. Aristrokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipengang oleh kaum cendikiawan yang dilaksanakan sesuai dengan pikiran keadilan,
2. Timokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orang – orang yang ingin mencapai kemashuran dan kehormatan
3. Oligarki, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh golongan hartawan
4. Demokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat jelata
5. Tirani, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seorang tirani (sewenang – wenang) sehingga jauh dari cita – cita keadilan

 Sumber 1